17 Oktober 2010

Efek Samping Obat Alam dari Seledri


Seledri merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Penggunaan seledri sudah sangat luas di masyarakat. Beberapa klaim menyebutkan bahwa seledri dapat menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol dan lemak darah. Masyarakat biasa menggunakan herba seledri segar sebagai lalapan maupun obat. Dewasa ini perusaahaan farmasi telah mengolahnya menjadi sediaan obat fitofarmaka, yaitu Tensigard.
Secara tradisional herba seledri digunakan sebagai pemacu enzim pencernaan atau sebagai penambah nafsu makan, peluruh air seni dan penurun tekanan darah.
Disamping itu digunakan pula untuk memperlancar keluarnya air seni, mengurangi rasa sakit pada rematik dan gout, juga digunakan sebagai anti kejang. Dekokta biji digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada nyeri lambung, rematik dan encok. Bijinya juga diyakini memiliki efek sedatif terhadap sistem syaraf sentral. Sering dipakai untuk mengobati penderita bingung.
Selebihnya daun dan batang seledri sangat populer sebagai sayur, lalab untuk penyedap masakan tradisional


PENGGUNAAN OBAT, EFEK SAMPING, PATOGENESIS DAN PENANGANAN
a. Penggunaan Obat
Beberapa penelitian menyebutkan pemberian intravena ekstrak daun seledri pada anjing dan kelinci dapat menurunkan tekanan darah normal. Adanya efek menurunkan tekanan darah juga telah dibuktikan pada 16 orang laki-laki bertekanan darah tinggi yang diberi 40 ml campuran ekstrak seledri dan madu atau sirup secara oral 3xsehari.
Efek penurunan tekanan darah tersebut disebabkan karena terjadi¬nya stimulasi pada reseptor kimia (chemoreceptor) pada “carotid bo¬dy” dan “aorticarch”. Efek ini ada kaitannya dengan sistem sya¬raf simpatik.
Seledri telah diketahui mengandung senyawa yang dapat memperlancar darah. Itulah sebabnya harus diperhatikan bila digunakan bersama warfarin atau aspirin (obat pengencer darah).

b. Efek Samping Seledri & Keamanannya
Seledri merupakan herbal yang terbukti dapat menurunkan tekanan darah. Akan tetapi ada beberapa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan seledri. Seledri dapat menyebabkan inflamasi pada kulit dan sensitivitas matahari. Wanita hamil dan menyusui sebaiknya menghindari mengkonsumsi seledri selama masa kehamilan. Konsumsi seledri dalam jumlah besar dapat menyebabkan kontaksi uterus dan keguguran. Seledri juga menyebabkan alergi pada orang yang sensitive pada beberapa tanaman termasuk wortel, & dandelion. Penyakit ini disebut sindrom celery-carrot-mugwort-spice. Orang yang mnegalami ganggunan ginjal juga dilarang mengkonsumsi seledri. Seledri dapat berefek pada system nervous. Pada beberapa penelitian, kombinasi anastesi dan obat lain yang dipakai selama dan setelah operasi menurun system nevous sangat banyak. Hentikan penggunaan seledri minimal 2 minggu sebelum jadwal operasi.

c. Patogenesis Seledri
Seledri biasa digunakan sebagai herba penurun tekanan darah dan sudah dilakukan uji klinik. Seseorang yang menggunakan warfarin dan seledri pada waktu yang sama memiliki kemungkinan mengalami perdarahan. Warfarin yang memiliki jendela terapi yang sempit ditambah dengan seledri yang mengandung furanokumarin dapat meningkatkan efek antikoagulan.
Selain itu adanya laporan munculnya reaksi alergi dan anafilaksis adalah akibat penggunaan seledri secara oral. Reaksi alergi dimediasi oleh adanya antibody Ig-E meskipun antigennya belum diketahui. Sensitivitas silang pada seledri telah terjadi pada pasien yang alergi dandelion dan wortel.
Mengkonsunsi seledri bersamaan dengan pengobatan yang meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari dapat meningkatkan kemungkinan kulit terbakar, melepuh arau ruam-ruam jika terpapar sinar matahari. Obat yang menyebabkan reaksi fotosensitif misalnya amitriptyline, ciprofloxacin, norfloxacin, trimetroprim, tetracycline, trioxalen. Efek samping fotosensitivitas ini akibat adanya senyawa furanokumarin dalam seledri.
Data-data tersebut menunjukkan bahwa seledri memiliki efek samping obat tipe B, yaitu efek samping tidak berkaitan dengan indikasi seledri sebagai antihipertensi.

d. Penanganan
Efek samping seledri dapat diminimalisir dengan menghindari penggunaan selederi bersamaan dengan obat antikoagulan (walfarin) dan obat yang meningkatkan sensitifitas terhadap sinar matahari (amitriptyline, ciprofloxacin, norfloxacin, trimetroprim, tetracycline, trioxalen). Selain itu dianjurkan untuk selalu menggunakan tabir surya dan pakaian yang melindungi selama tubuh terkena paparan sinar matahari.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2010. WebMD. Celery. Diakses dari WebMD Better Information.Better Health.
Amy M. Heck, Beth A. Dewitt, and Anita L. Lukes. Potential Interactions - Alternative Therapies and Warfarin: Potential Interactions of Herbs with Warfarin. Medscape Journal. 2000.
Gunawan, Didik. 2010. Obtrando’s Blog. Apium graveolens (seledri). Diakses dari http://www. Obtrando’s blog.com .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar